Pernahkah Anda berdiri di samping pusara keluarga, sahabat, atau orang tua yang telah berpulang, lalu terbesit pertanyaan di dalam hati: "Apakah mereka tahu kalau saya datang? Apakah mereka mendengar salam yang saya ucapkan?"
Pertanyaan yang sering membuat kita ragu ini ternyata memiliki jawaban yang sangat terang dan menyejukkan di dalam ajaran Islam. Seorang ulama besar, Ibnu Abdil Barr, menjelaskan sebuah riwayat yang shahih dari Rasulullah ﷺ mengenai hakikat ziarah kubur.
Dalam riwayat tersebut, Rasulullah ﷺ bersabda yang artinya:
قال ابن عبد البر: ثبت عن النبي صلى الله عليه وسلم انه قال: ((ما من مسلم يمر على قبر اخيه كان يعرفه في الدنيا فيسلم عله الا رد الله عليه روحه حتى يرد عليه السلام))
"Tidaklah seorang Muslim melewati makam saudaranya yang pernah ia kenal sewaktu di dunia, lalu ia mengucapkan salam kepadanya, melainkan Allah akan mengembalikan ruhnya (ahli kubur tersebut) hingga ia membalas salamnya."
Ibnu Abdil Barr menegaskan bahwa hadits ini merupakan dalil yang sangat jelas (nash). Artinya, ahli kubur bukan hanya sekadar mendengar suara secara acak, melainkan mereka benar-benar mengenali sosok yang datang berkunjung secara personal. Mereka tahu siapa kita, dan atas izin Allah, ruh mereka dikembalikan sejenak hanya untuk menjawab ucapan salam yang kita sampaikan.
Fakta ini memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi kita. Pertama, ziarah kubur bukanlah tradisi tanpa arti, melainkan sarana 'sambung rasa' dan ikatan kasih sayang yang tidak terputus oleh kematian. Kedua, ucapan salam dan doa kita benar-benar sampai serta memberikan kegembiraan bagi ahli kubur.
Oleh karena itu, jangan ragu untuk meluangkan waktu berziarah ke makam orang tua, kerabat, maupun sahabat kita yang sudah mendahului. Sapalah mereka dengan salam yang penuh keikhlasan, lalu panjatkan doa terbaik. Kedatangan kita di samping pusara mereka adalah hadiah yang sangat dinanti-nantikan oleh para ahli kubur.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar