Sabtu, 20 Juni 2026

Orang Yang Meninggalkan Sholat

﴿فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ﴾ فعقبهم وجاء بعدهم عقب سوء ﴿أَضَاعُوْا الصَّلَاةَ﴾ اى تركوها او اخروها ﴿وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِكشرب الخمر واستحلال نكاح الاخت من الاب والانهماك في المعاصي، وعن علي: واتبعوا الشهوات من بناء المشيد وركوب المنظر ولبس المشهور ﴿فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا شرا كقوله :
فمن يلق خيرا يحمد الناس أمره . . . ومن يغو لا يعدم على الغي لائما
أو جزاء غي كقوله تعالى : ( يَلْقَ أَثَامًا ) أو غيا عن طريق الجنة ، وقيل هو واد في جهنم يستعيذ منه أوديتها.
﴿إِلَّا الاستثناء ﴿مَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا يدل على أن الآية في الكفرة ﴿فَأُولَٰئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وقرأ ابن كثير وأبو عمرو وأبو بكر ويعقوب على البناء للمفعول من أدخل ﴿وَلَا يُظْلَمُونَ شَيْئًا ولا ينقصون شيئا من جزاء أعمالهم ، ويجوز أن ينصب ( شَيْئًا ) على المصدر ، وفيه تنبيه على أن كفرهم السابق لا يضرهم ولا ينقص أجورهم.
Surat Maryam Ayat 59-60 (Tafsir Baidlowi):
(Maka datanglah sesudah mereka, pengganti) lalu pengganti mereka dan datang setelah mereka itu pengganti yang jelek  (yang menyia-nyiakan shalat) maksudnya mereka meninggalkan sholat atau menunda-nunda sholat (dan memperturutkan hawa nafsunya) seperti minum khomer atau arak, menganggap halal menikahi saudara perempuan seayah, dan tenggelam dalam perbuatan maksiat. Diriwayatkan dari Sayyidina Ali: "Turutilah oleh kalian hawa nafsu yaitu membangun bangunan megah, kendaraan yang tampil mengkilap dan indah, dan pakaian yang terkenal (maka mereka kelak akan menemui kesesatan) kejatahan, seperti perkataan penyair:

Barang siapa yang berbuat baik, niscaya ia akan dipuji oleh orang-orang *** Barang siapa yang tersesat, niscaya akan selalu ada baginya orang yang mencela atas kesesatannya.

(kecuali) sebagai istitsna (orang yang bertobat, beriman, dan beramal soleh) yang menunjukkan bahwa ayat tersebut merujuk kepada orang-orang kafir (maka orang-orang itu akan masuk surga) Imam Ibnu Katsir, Imam Abu 'Amar, dan Imam Ya'qub menyatakan lafadz yudkholuuna dengan mabni lil maf'ul dari lafadz adkhola (dan mereka tidak akan dirugikan sedikit pun) maksudnya mereka tidak akan dikurangi sedikit pun dari pembalasan amal mereka.
Boleh lafadz "syai-an" dinasabkan sebagai mashdar. Dalam ayat ini terdapat peringatan bahwa kekafiran mereka sebelumnya tidak merugikan mereka dan tidak mengurangi pahala mereka.

Jumat, 19 Juni 2026

Wajib Menundukkan Mata Dari Istri Yang Diharamkan

 

وُجُوْبُ غَضِّ الْبَصَرِ عَنِ الْمُحَرَّمَاتِ

WAJIB MENUNDUKKAN MATA DARI ISTRI YANG DIHARAMKAN

Alloh berfirman:

﴿قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ﴾[النور: 30]

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat". [An-Nur: 30]

﴿وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ﴾[النور: 31]

Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. [An-Nur: 31]

Apa yang telah menimpa kita sehingga hati kita mati rasa, jiwa kita menjadi tumpul, wawasan kita menjadi buta, dan hati nurani kita menjadi rusak? Kita menjadi enggan menerima nasihat atau bimbingan, dan kita telah mengesampingkan agama. Kita mendengar sabda Nabi tetapi menolak pelajaran dan peringatannya; kita mendengar ayat-ayat Al-Quran tetapi gagal mengamalkan hukum dan ketentuannya. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah Yang Maha Tinggi, Yang Maha Perkasa.

Al-Quran menyeru kepada kalian, namun kalian tidak menjawab; ia menyerukan kebenaran di telinga kalian, namun kalian tidak mendengar; ia menampakkan kebaikan di hadapan mata kalian, namun kalian tidak melihat. Al-Quran memerintahkan, dengan jelas dan tegas, agar laki-laki menundukkan pandangan mereka dari perempuan yang bukan kerabat, agar mereka menjaga kesucian mereka dari perbuatan terlarang, dan agar perempuan menutupi diri dari laki-laki yang bukan kerabat dan tidak memperlihatkan perhiasan mereka di jalanan. Apakah kita telah memperhatikan Al-Quran dan menaati perintah Yang Maha Pengasih? Tidak. Laki-laki telah meninggalkan semangat keagamaan dan kehormatan Islam mereka, membiarkan perempuan mereka keluar dengan berpakaian tidak sopan, berhias dan memakai parfum, berjalan dengan angkuh, mengedipkan mata, dan berbaur dengan laki-laki yang bukan kerabat di jalanan, sehingga merusak jiwa, merusak hati, dan membuat murka Yang Maha Mengetahui.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

اَيُّمَا اِمْرَأَةٍ اِسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلٰى قَوْمٍ لِيَجِدُوْا رِيْحَهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ وَكُلُّ عَيْنٍ زَانِيَةٌ.

“Siapaun pun wanita yang memakai wewangian dan kemudian melewati sekelompok laki-laki sehingga mereka mencium aromanya, maka wanita itu dianggap telah berzina, dan begitupun setiap mata yang memandangnya juga telah berzina.”

Pernyataannya: فهي زانية adalah karena dia membangkitkan hasrat laki-laki dengan parfumnya dan menyebabkan mereka memandanginya.

Pernyataannya: وكل عين زاينة berarti bahwa setiap mata yang memandang wanita asing dengan nafsu dianggap telah berzina pula.

 

Jumat, 05 Juni 2026

Barang Dagangan Alloh

 

Nabi Muhammad SAW bersabda:

مَنْ خَافَ أَدْلَجَ، وَمَنْ أَدْلَجَ بَلَغَ الْمَنْزِلَ، أَلاَ إِنَّ سِلْعَةَ اللهِ غَالِيَةٌ، أَلاَ إِنَّ سِلْعَةَ اللهِ الْجَنَّةُ

“Barang siapa yang takut, dia akan berjalan pada awal malam. Barang siapa yang berjalan pada awal malam, dia akan sampai ke tempat tinggalnya. Ketahuilah, sesungguhnya barang dagangan Allah itu mahal. Ketahuilah, barang dagangan Allah itu adalah surga.”

Yang dimaksud berjalan pada awal malam adalah segera melaksanakan ketaatan kepada Alloh.

Rabu, 03 Juni 2026

Sholat Diterima

 

وَاِنَّمَا تَكُوْنُ الصَّلَاةُ مَقْبُوْلَةً عِنْدَ اللهِ تَعَالٰى اِذَا اَدَّاهَا الْمُؤْمِنُ فِيْ اَوْقَاتِهَا الْمَحْدُوْدَةِ مُرَاعِيًا شُرُوْطَهَا وَآدَابَهَا الْمَشْرُوْعَةَ وَمُحَافِظًا عَلٰى مَا اشْتَمَلَتْ عَلَيْهِ مِنْ اِخْلَاصِ النِّيَّةِ وَالتَّكْبِيْرِ وَالتَّمْجِيْدِ وَالتَّسْبِيْحِ وَالتَّحْمِيْدِ وَمِنَ الدُّعَاءِ وَالتَّضَرُّعِ وَمُنَاجَاةِ الْعَزِيْزِ الْحَمِيْدِ وَاَدَّاهَا كَذٰلِكَ بِطُمَأْنِيْنَةِ حَالَ الرُّكُوْعِ وَالسُّجُوْدِ وَاَشْعَرَ قَلْبُهُ عَظَمَةَ الْخَالِقِ وَجَلَالَ الْمَعْبُوْدِ.

Sesungguhnya sholat itu diterima oleh Alloh apabila seorang mu’min melaksanakannya tepat pada waktunya dengan menjaga syarat dan adabnya yang telah ditentukan oleh syara’, memelihara apa-apa yang terkandung di dalamnya seperti niat yang ikhlas, bertakbir, bertamjid (mengagungkan), bertasbih, dan bertahmid, ditambah pula dengan do’a, merendahkan diri, dan bermunajat kepada Alloh yang maha mulia dan terpuji. Ia mengerjakan sholat demikian tersebut disertai dengan tuma’ninah pada saat ruku dan sujud. Hatinya merasakan kebesaran sang pencipta dan keagungan Zat yang diibadahi.

Sholat Tiang Agama

 

اَلصَّلَاةُ عِمَادُ الدِّيْنِ وَنُوْرُ الْيَقِيْنِ وَمَصْدَرُ الْبِرِّ وَمَبْعَثُ الْخَيْرِ وَرَأْسُ الْقُرُبَاتِ وَغُرَّةُ الطَّاعَاتِ وَمَحَلُّ الْمُنَاجَاةِ وَمَعْدِنُ الْمُصَافَاةِ وَطُهْرَةٌ لِلْقُلُوْبِ مِنْ اَدْنَاسِ الذُّنُوْبِ

Sholat adalah tiang agama, cahaya keyakinan, sumber berbuat kebaikan, sumber kebaikan, pokok mendekatkan diri kepada Alloh, awal ketaatan, tempat bermunajat, sumber penyucian, dan penyucian hati dari kotoran dosa.