Minggu, 18 Oktober 2026

Menjaga Kelembutan Lisan: Nasehat Penting untuk Keharmonisan Rumah Tangga

 

Rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah tentu menjadi dambaan setiap pasangan. Di dalam Islam, kunci menjaga keharmonisan tersebut sangat erat kaitannya dengan akhlak dan cara kita bertutur kata, khususnya antara suami dan istri.

Dalam sebuah atsar dari Umar bin Khattab radhiyallahu 'anh, beliau mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, bahwa seorang wanita (istri) yang meninggikan suaranya di atas suara suaminya, ia akan dilaknat oleh segala sesuatu yang disinari matahari, kecuali jika ia mau bertaubat dan kembali kepada kebaikan.

Pesan ini tentu sangat mendalam bagi para istri. Suara yang meninggi sering kali muncul saat emosi sedang tidak stabil atau ketika ada perbedaan pendapat. Padahal, menjaga nada bicara, merendahkan suara, dan berbicara dengan penuh kelembutan adalah bentuk penghormatan sekaligus wujud kasih sayang kepada kepala keluarga.

Teguran atau peringatan keras dalam nash agama seperti ini sejatinya adalah rem pengaman agar rumah tangga tidak mudah goyah oleh ego sesaat. Islam sangat menghargai peran istri yang shalihah, yang menyejukkan pandangan ketika dipandang dan menenangkan hati ketika berbicara.

Mari jadikan peringatan ini sebagai cermin diri. Jika ada khilaf dalam bertutur kata kepada suami, pintu taubat dan perbaikan selalu terbuka lebar. Semoga Allah senantiasa membimbing kita untuk menghadirkan ketenangan, kasih sayang, dan keberkahan di dalam rumah tangga kita. Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar