Senin, 12 Oktober 2026

Harga Kejujuran Pedagang Sejati (Kisah Imam Abu Hanifah)



Dikisahkan Imam Abu Hanifah memiliki kerjasama dagang dengan seorang laki-laki dari Kota Basroh. Beliau mengirim 70 kain sutera kepada laki-laki penjual itu dan menuliskan pesan penting: "Awas hati-hati di dalam tumpukkan kain itu ada satu kain yang ada cacatnya yaitu kain buatan Fulan. Jika engkau menjualnya hendaklah memberitahukan cacatnya tersebut kepada pembeli. " Singkat cerita, laki-laki itu berhasil menjual semua kain kiriman Abu Hanifah seharga tiga puluh ribu dirham. Lalu ia datang kepada Abu Hanifah untuk melaporkan hasil penjualannya. Abu Hanifah bertanya, "Apakah engkau memberitahu cacat kain buatan Fulan?" Laki-laki itu menjawab,"Aduh, aku lupa akan hal itu." Akhirnya Abu Hanifah mensedakahkan seluruh hasil penjualannya tersebut.

Itulah ke waro-an Imam Abu Hanifah.
Waro: menjaga kehormatan dan memelihara diri dari perbuatan maksiat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar