Senin, 01 Juni 2026

Akhlak Mulia Rosululloh SAW

 Akhlak Mulia Rosululloh SAW

فَمِنْ مَكَارِمِ اَخْلَاقِهِ وَمَحَاسِنِ اَفْعَالِهِ ﷺ : اَنَّهُ كَانَ اَوْسَعَ النَّاسِ صَدْرًا وَاَصْدَقَهُمْ قَوْلًا وَاَلْيَنَهُمْ جَانِبًا، كَانَ دَائِمَ الْبِشرِ ، سَهْلَ الْخَلْقِ ، لَيْسَ بِفَظٍّ وَلَا غَلِيْظِ الطَّبْعِ وَلَا صَخَّابٍ وَلَا فَحَّاشٍ وَلَا عَيَّابٍ وَلَا لَعَّانٍ ، وَلَا يُجْزِيْ بِالسَّيِئَةِ السَّيِّئَةَ وَلَكِنْ يَعْفُوْ وَيَصْفَحُ ، وَلَا يَزِيْدُهُ مَعَ كَثْرَةِ الْاَذٰى اِلَّا صَبْرًا ، وَعَلٰى اِحْتِمَالِ الْجَاهِلِ اِلَّا حِلْمًا

Termasuk dari akhlak mulia dan perilaku baik Rosululloh SAW: Ia adalah yang paling luas berlapang dada diantara orang-orang, dan paling jujur ucapannya, dan paling lembut hatinya. Beliau adalah seorang periang yang ringan wataknya, tidak bertutur kata kasar, tidak keras hati, tidak suka berteriak-teriak, tidak bertindak keji, tidak suka mengungkap aib orang lain, dan tidak mudah melaknata atau mengutuk orang lain. Beliau tidak pernah membalas suatu kejelekan dengan kejelekan lagi bahkan beliau seorang pemaaf dan pengampun. Tidaklah Alloh menambahkan kepada beliau padahal sering disakiti kecuali kesabarannya dan tidak menambahkan kepadanya dalam menghadapi orang yang belum mengetahui kecuali kemurahan hati.

Hari Jum'at Termasuk Hari Yang Paling Utama

 Hari Jum'at Termasuk Hari Yang Paling Utama

قال ﷺ: مِنْ اَفْضَلِ اَيَّامِكُمْ يَوْمُ الْجُمُعَةِ، فِيْهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيْهِ قُبِضَ، وَفِيْهِ النَّفْخَةُ وَفِيْهِ الصَّعْقَةُ، فَاَكْثِرُوْا عَلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ فِيْهِ، فَاِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوْضَةٌ عَلَيَّ. قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ وَكَيْفَ تُعْرَضُ صَلَاتُنَا عَلَيْكَ وَقَدْ اَرِمْتَ؟ قَالَ: اِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ حَرَّمَ عَلَى الْاَرْضِ اَنْ تَأْكُلَ اَجْسَادَ الْاَنْبِيَاءِ. رواه احمد وابو داود وابن ماجه وابن حبان والحاكم وصححه.

Nabi SAW bersabda: Termasuk ke dalam hari-hari kalian yang paling utama adalah hari Jum’at. Pada hari Jum’at Nabi Adam diciptakan. Pada hari Jum’at Ia diwafatkan. Pada hari Jum’at peniupan (sangkakala). Pada hari Jum’at kematian (seluruh manusia). Oleh karena itu, perbanyaklah kalian membaca sholawat kepadaku pada hari Jum’at karena sesungguhnya sholawat kalian akan dipersembahkan kepadaku. Para sahabat bertanya: Ya Rasulalloh, bagaimana bisa sholawat kami bisa dipersembahkan kepada engkau setelah engkau tiada? Beliau menjawab: Sesungguhnya Alloh ‘Azza wa Jalla telah mengharamkan kepada bumi untuk memakan jasad para nabi. HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ibnu Habban, dan Al Hakim. Ia telah menshohihkannya.

Hak Orang Tua Atas Kewajiban Anak

 Hak Orang Tua Atas Kewajiban Anak

(زبدة الواعظين) يقال للوالد على الولد عشرة حقوق: الطعام ان احتاج، والخدمة ان احتاج، والاجابة ان دعا، والاطاعة ان امر غير معصية، والتكلم معه باللين دون الغلظة، وان احتاج الى الكسوة كساه ان قدر عليها، والمشي خلفه، والارضاء له بما رضي لنفسه، والاكراه له بما يكره لنفسه، والدعاء له بالمغفرة كلما دعا لنفسه

(Kitab Zubdatul Waa’idziin) Dikatakan: “Hak orang tua atas kewajiban anak ada 10 hak: (1) Anak harus menyediakan makanan jika orang tua butuh, (2) anak harus berkhidmat atau melayani jika orang tua butuh pula, (3) anak harus menjawab dengan baik jika orang tua memanggil, (4) anak menaati dan patuh jika orang tua memberi perintah yang bukan maksiat, (5) anak harus berbicara kepada orang tua dengan lembut dan bukan dengan kasar, (6) jika orang tua butuh pakaian maka anak harus memberikan pakaian sesuai dengan kemampuannya, (7) anak harus berjalan dibelakang orang tua, (8) anak harus menyenangkan orang tua sesuai dengan apa yang orang tua ridho (senang) bagi dirinya sendiri, (9) anak harus memaksa atau mencegah orang tua (dengan cara yang baik) terhadap apa yang orang tua sendiri merasa tidak suka, dan (10) anak harus mendoakan orang tua dengan pengampunan setiap kali orang tua berdo’a untuk dirinya sendiri.