Selasa, 02 Juni 2026

Akhlak Mulia Rosululloh Dalam Peperangan

 

وَلَمَّا كُسِرَتْ رُبَاعِيَّتُهُ وَشُجَّ وَجْهُهُ يَوْمَ اُحُدٍ حَتّٰى صَارَ الدَّمُ يَسِيْلُ عَلٰى وَجْهِهِ الشَّرِيْفِ ، فَصَارَ يَنْشُفُهُ وَيَقُوْلُ : لَوْ وَقَعَ دَمِيْ عَلٰى الْاَرْضِ لَنَزَلَ عَلَيْهِمُ الْعَذَابُ مِنَ السَّمَآءِ . وَشَقَّ ذٰلِكَ عَلَى اَصْحَابِهِ وَقَالُوْا : لَوْ دَعَوْتَ عَلَيْهِمْ ؟ فَقَالَ:اِنِّيْ لَمْ اُبْعَثْ لَعَّانًا ، وَلَكِنْ بُعِثْتُ دَاعِيًا وَرَحْمَةً ، اَللّٰهُمَّ اهْدِ قَوْمِيْ فَاِنَّهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ.

Ketika giginya (Rosululloh SAW) patah dan wajahnya terluka hingga darahnya mengalir di atas wajahnya yang mulia, lalu ia mengusapnya dan bersabda: Andaikan darahku jatuh menetes ke tanah, pasti adzab dari langit akan menimpa mereka. Para shohabat merasa berberat hati dengan hal tersebut. Mereka berkata: Andaikan saja Engkau mendo’akan mereka supaya celaka? Rosululloh menjawab: Aku tidak diutus untuk menjadi tukang laknat tetapi Aku diutus untuk mengajak kebaikan dan rahmat. Ya Alloh, berikan petunjuk kepada kaumku karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang tidak mengetahui.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar