وَلَمَّا كُسِرَتْ رُبَاعِيَّتُهُ وَشُجَّ وَجْهُهُ
يَوْمَ اُحُدٍ حَتّٰى صَارَ الدَّمُ يَسِيْلُ عَلٰى وَجْهِهِ الشَّرِيْفِ ، فَصَارَ
يَنْشُفُهُ وَيَقُوْلُ : لَوْ وَقَعَ دَمِيْ عَلٰى الْاَرْضِ لَنَزَلَ عَلَيْهِمُ
الْعَذَابُ مِنَ السَّمَآءِ . وَشَقَّ ذٰلِكَ عَلَى اَصْحَابِهِ وَقَالُوْا : لَوْ
دَعَوْتَ عَلَيْهِمْ ؟ فَقَالَ:اِنِّيْ لَمْ اُبْعَثْ لَعَّانًا ، وَلَكِنْ بُعِثْتُ
دَاعِيًا وَرَحْمَةً ، اَللّٰهُمَّ اهْدِ قَوْمِيْ فَاِنَّهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ.
Ketika giginya (Rosululloh SAW) patah dan wajahnya
terluka hingga darahnya mengalir di atas wajahnya yang mulia, lalu ia
mengusapnya dan bersabda: Andaikan darahku jatuh menetes ke tanah, pasti adzab
dari langit akan menimpa mereka. Para shohabat merasa berberat hati dengan hal
tersebut. Mereka berkata: Andaikan saja Engkau mendo’akan mereka supaya celaka?
Rosululloh menjawab: Aku tidak diutus untuk menjadi tukang laknat tetapi Aku
diutus untuk mengajak kebaikan dan rahmat. Ya Alloh, berikan petunjuk kepada
kaumku karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang tidak mengetahui.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar